Logo Seranta

SERANTA

FTTH Design Assistant untuk QGIS · Serat untuk Nusantara
Handbook pengguna · versi plugin 3.5.9 · © 2026 Joseph Edward Timothy Siahaan
Mulai di sini

Peta perjalanan satu cluster

Seranta dipakai berurutan seperti cahaya berjalan di serat: Alat 1 → Alat 2 → desain otomatis → Alat 3 → Alat 4. Klik setiap titik untuk melihat kapan dipakai, data yang dibutuhkan, hasilnya, dan daftar periksa yang bisa Anda centang.

1Input + QC surveisebelum desain 2Alokasi FDT & FATsebelum desain ⚙Desain otomatissoftware terpisah 3Pasca-desainkode FDT-FAT · closure 4QC APD finalsebelum dikirim

Tidak menemukan menu? Semua alat ada di menu Plugins → Seranta dan di Processing Toolbox → Seranta, sudah bernomor 1–4 sesuai urutan ini. Navigator QC bisa dibuka kapan saja setelah Alat 1 atau Alat 4.

Bingung mulai dari mana?

Pemandu: data apa yang Anda pegang sekarang?

Pilih kondisi yang paling cocok. Seranta akan menyarankan alat berikutnya.

Mengenal

Tentang Seranta

Seranta mengubah data survei vendor (HPDB dan KMZ) menjadi input desain otomatis yang siap dipakai, sekaligus memeriksa desain dengan 9 Standar Review Strand. Pekerjaan yang biasanya berjam-jam per cluster menjadi satu klik.

Empat alat: 1 siapkan input desain otomatis + QC survei, 2 pasca-desain (FDT FAT CODE, tabel closure), 3 estimasi alokasi FDT & FAT, 4 QC APD pasca-desain (34 kasus Handbook KMZ + 7 aturan paket APD). Hasilnya dipakai bersama lewat panel Navigator QC. Setiap angka punya dasar yang bisa ditelusuri (bagian Keandalan).

Arti nama

SERANTA = SERAt + NusaNTAra: serat optik yang menyambungkan seluruh Nusantara. Bunyinya dekat dengan sarana, karena Seranta adalah sarana bagi desainer untuk membangun jaringan yang rapi, cepat, dan benar sejak awal.

Filosofi logo

Huruf S dari satu helai serat

Satu garis tanpa putus: jaringan yang melentur mengikuti jalan dan kontur, tetapi tidak pernah patah.

Tiga titik

FDT → FAT → rumah pelanggan. Juga tiga langkah Seranta: siapkan, periksa, desain.

Cahaya di dalam serat

Warna berubah dari jingga ke biru muda: data yang mengalir sebagai cahaya dari sumber ke rumah.

Garis cakrawala

Laut Nusantara yang dilintasi jaringan, dari kota besar sampai pulau terluar.

Biru laut

Kedalaman, kepercayaan, kepulauan.

Cahaya serat

Teknologi, kecepatan, masa depan.

Jingga fajar

Era baru, energi, perubahan.

Mulai

Pasang & update

Buka QGIS (3.22 LTR sampai 4.x) → menu Plugins → Manage and Install Plugins…
Pilih tab All, ketik Seranta di kotak pencarian.
Klik Install Plugin. Ikon Seranta muncul di toolbar dan menu Vector → Seranta.
Update: bila ada versi baru, QGIS memberi tahu dan plugin muncul di tab Upgradeable. Klik Upgrade Plugin.
Seranta dipasang dan diperbarui langsung dari repositori plugin resmi QGIS, jadi tidak perlu lagi memasang dari ZIP. Profil standar milik organisasi Anda disimpan di luar folder plugin (lihat Profil standar organisasi) sehingga tidak tertimpa saat update.

Menu Seranta

MenuKegunaan
1. Siapkan Input Desain Otomatis + QC SurveiAlat utama sebelum desain: membuat input desain otomatis dan memeriksa 9 standar.
3. Pasca-Desain: Kode FDT-FAT, Tabel Closure + QCSetelah desain selesai: membuat tabel kode FDT-FAT, tabel core closure berwarna, dan QC pasca-desain.
2. Alokasi FDT & FAT (estimasi kebutuhan)Perkiraan jumlah FAT, pemakaian FDT existing (COLO), dan usulan FDT baru.
4. QC APD Pasca-DesainMemeriksa paket desain final sebelum dikirim, dengan laporan HTML yang menjelaskan setiap temuan.
Handbook SerantaMembuka handbook ini (tanpa internet).
Tentang dan lisensiVersi, pencipta, status integritas file, lisensi.

Keempat alat juga ada di Processing Toolbox → Seranta → FTTH Design, sehingga bisa dipakai di Model Builder atau mode Batch QGIS.

Persiapan

Siapkan data

Cukup dua folder. Nama file tidak perlu persis, cukup mengandung kata kunci yang dicetak tebal.

Data vendorHPDB · KMZ · BAKP Seranta alat 1 → 2QC survei · alokasi FDT desain otomatisdesain jaringan Seranta alat 3 → 4kode FDT-FAT · QC APD APD siap kirimdikirim ke reviewer

A. Folder cluster (satu folder per cluster)

3 ILIR RW 004\
├── HPDB_21116433298 3 ILIR RW 004_190HP_RPS.xlsx   ← wajib: tabel homepass (kolom LATITUDE & LONGITUDE)
├── KMZ_STRAND_21116433298 3 ILIR RW 004.kmz          ← wajib: tiang, jalur, homepass, boundary dari vendor
└── BAKP 3 ILIR RW 004.pdf                            ← disarankan: izin warga (PDF/JPG)

Banyak cluster sekaligus? Taruh semua folder cluster di satu folder induk, lalu pilih folder induk itu (mode batch).

B. Folder data referensi (sekali saja, diingat Seranta)

QC\
├── ALL FUNNEL (EXISTING CITY).kmz                 ← boundary/funnel layanan + statusnya
├── DESIGN LITE ALL CITY 21-10-2026.kmz              ← jaringan existing: FDT, HP, tiang (untuk colo)
├── hpdb attributes_9 Nov 2022.xlsx               ← FINDIM: kelurahan/kecamatan resmi, OLT cluster
├── Compile Feeder.kmz                             ← opsional: jalur feeder
└── Config PROJECT 1X4.sdproj                       ← opsional: aturan proyek dari desain otomatis
Penting untuk pengguna baru: data referensi milik tim, tidak ikut di dalam plugin/ZIP. Tanpa file *FUNNEL*, Funnel tidak muncul dan standar 2 & 5 tidak dicek. Bagikan folder ini (mis. lewat drive bersama) ke setiap desainer. File boleh .kmz atau .kml dan boleh berada di subfolder. Bila isian 2 kosong, Seranta mencari otomatis folder referensi di sekitar folder cluster; hasilnya tertulis di kartu Data referensi pada ringkasan QC.
File harian boleh menumpuk (mis. Design Lite tanggal 20 dan 21). Seranta otomatis memakai tanggal terbaru dan menyimpan cache, sehingga run berikutnya jauh lebih cepat.
Alat 1 · sebelum desain

Siapkan Input Desain Otomatis + QC Survei

Buka dari Vector → Seranta → 1. Siapkan Input Desain Otomatis + QC Survei atau ikon Seranta di toolbar. Form utama hanya berisi enam isian.

NoIsianWajib?Isi denganKegunaan & tips
1Folder clusterWajibFolder berisi HPDB*.xlsx/.csv dan *.kmz, atau folder induk berisi banyak folder cluster.Seranta mencari file HPDB dan KMZ sendiri. Hasil disimpan di subfolder INPUT_<KODE> di folder ini. Untuk folder induk, semua cluster diproses satu per satu dan dibuat REKAP_BATCH_*.txt.
2Folder data referensiOpsionalFolder berisi Funnel, Design Lite, HPDB attributes, Feeder, dan .sdproj.Diperlukan untuk standar 2, 3, 5, 6, 7. Cukup diisi sekali; Seranta mengingatnya. Bila kosong, Seranta mencarinya otomatis di sekitar folder cluster; bila tetap tidak ada, standar tersebut bertanda --.
3Profil proyekPilihSplitter 1x4 / FDT 384 HP / FAT 120 m · Splitter 1x8 / FDT 480 HP / FAT 130 m · Splitter 1x4 / FDT 800 HP / FAT 150 m .Menentukan kapasitas FDT, jumlah splitter, kapasitas FAT, dan jarak FAT–HP untuk analisis colo. Bila ada file .sdproj yang cocok di folder referensi, angkanya dibaca langsung dari config desain otomatis.
4Standar aturan tiangPilihHandbook internal (bawaan) atau Perwal ketat.Handbook: rentang > 60 m = ERROR, 50–60 m = WARNING (di atas Perwal 50 m). Perwal ketat (mis. Yogyakarta, Pekalongan): > 50 m = ERROR dan ruang bebas kabel 6 m.
4bPengingat BAKPPilihIngatkan + cek otomatis (disarankan) atau Lewati.Menampilkan peringatan "jangan lupa cek BAKP", mendeteksi stempel/tanda tangan tempelan digital, dan membuat daftar periksa di ringkasan QC.
5Buka ringkasan QCOpsionalCentang (bawaan).Membuka <KODE>_RINGKASAN_QC.html di browser setelah selesai. Matikan bila memproses banyak cluster dan cukup membaca rekap.
6Advanced ParametersOpsionalBiarkan tertutup.Nilai bawaan sudah sesuai praktik umum. Lihat bagian berikut bila perlu mengubah.
Setelah klik Run, kemajuan tampil di tab Log. Layer hasil otomatis dimuat dan dikelompokkan per cluster di panel Layers. Menjalankan ulang aman: layer hasil lama dilepas otomatis sebelum file ditimpa.
Alat 1 · Advanced

Isian Advanced: kapan perlu diubah

IsianBawaanKegunaanUbah bila…
Penamaan hasilPer wilayahPer wilayah: INPUT_<KODE>/<KODE>_HP.shp. Standar SOP: INPUT/HP.shp, POLE.kmz, ROADS.shp.Tim Anda wajib memakai nama SOP. Untuk batch tetap pakai "Per wilayah" agar nama tidak bentrok.
Salin juga ke folder kerja desain otomatiskosongMenyalin semua hasil ke folder kerja desain otomatis, satu subfolder per cluster.Anda ingin hasil langsung tersedia di folder proyek desain otomatis.
Opsional: file HPDBotomatisMemilih file HPDB secara manual.Folder berisi lebih dari satu file HPDB dan Seranta memilih yang salah.
Opsional: KMZ clusterotomatisMemilih KMZ vendor secara manual.Ada beberapa KMZ di folder cluster.
Lanjutan: KMZ tiang terpisahkosongTiang diambil dari KMZ ini, bukan dari KMZ cluster.Vendor mengirim tiang dan jalur dalam file terpisah (isi juga KMZ jalur).
Lanjutan: KMZ jalur terpisahkosongJalur kabel diambil dari KMZ ini.Sama seperti di atas.
Toleransi snap jalur ke tiang10 mUjung jalur yang berjarak ≤ nilai ini ditempelkan ke tiang terdekat (prefer aligning nodes, tanpa menambah vertex).Gambar jalur vendor kurang rapi (naikkan) atau tiang sangat rapat (turunkan).
Batas jarak tiang ke tiang60 mRentang dengan tiang baru (NP), diukur sepanjang jalur kabel termasuk belokan tanpa tiang, di atas nilai ini menjadi temuan. Tiang yang berdiri ≤ 3 m dari garis jalur (garis vendor lewat di atas tiang tanpa titik sudut) dihitung sebagai penyangga, seperti cutting point di desain otomatis. Rentang 50–60 m ditandai info karena regulasi daerah (Perwal Yogyakarta, Tangsel, Pekalongan) membatasi 50 m.Proyek/kota mewajibkan 50 m: isi 50.
Batas jarak homepass ke tiang50 mStandar 1: HP yang lebih jauh dari tiang terdekat menjadi temuan.Standar drop cable proyek berbeda.
Isi ulang Homepass_ID_Partner✓Mengisi ID homepass berurutan H00001, H00002, … sesuai format desain otomatis.HPDB sudah punya ID resmi yang harus dipertahankan.
Rentang yang dinilai jaraknyaNP-NP dan NP-EPStandar 9 hanya menilai rentang yang memiliki tiang baru (NP), karena posisinya bisa diatur desainer. Rentang EP-EP / EXT-EXT (tiang pihak lain) tidak dinilai jaraknya.Pilih "Hanya NP-NP" bila tim hanya mau menilai antar tiang baru.
HP di luar Funnel ≤ jarak ini = info "tepi"15 mHP sedikit di luar garis boundary dianggap info, bukan temuan. 15 m dipilih karena galat GPS ponsel di permukiman 7–13 m (Merry & Bettinger, PLOS ONE 2019).Isi 0 untuk pemeriksaan ketat; 10 m untuk area terbuka.
File BAKP (opsional)—Pilih file BAKP bila namanya tidak memuat kata "BAKP". Tanpa isian ini Seranta tetap mengenali kandidat BAKP dari ID cluster di nama file dan PDF hasil scan, lalu menandainya UNVERIFIED (perlu konfirmasi).Dipakai bila vendor menamai BAKP dengan nama jalan saja.
Toleransi cocok HP HPDB vs KMZ5 mStandar 4: titik HP di HPDB dan KMZ dianggap sama bila berjarak ≤ nilai ini. Setiap titik KMZ hanya boleh dipasangkan dengan satu baris HPDB.Koordinat HPDB dibulatkan (naikkan sedikit).
Colo: batas jarak FDT existing1000 mStandar 7: FDT existing terjauh yang masih dipertimbangkan untuk colo.Aturan colo proyek berbeda.
Colo: dasar jarakGaris lurusGaris lurus: dari FDT ke tiang cluster terdekat (titik masuk). Estimasi kabel: garis lurus ke titik masuk + jarak sepanjang jalur cluster sampai HP terjauh. Keduanya selalu tampil di laporan; pilihan ini menentukan mana yang dibandingkan dengan batas jarak.Proyek mengukur colo dari panjang kabel, bukan jarak lurus.
Colo: catat ke COLO_RENCANA.csv✓Menyimpan rencana pemakaian splitter FDT di folder referensi, agar cluster lain tidak memakai splitter yang sama.Hanya uji coba (matikan agar tidak tercatat).
Hasil

Hasil & cara memasukkan ke desain otomatis

File di INPUT_<KODE>IsiDipakai untuk
<KODE>_ROADS.shpJalur kabel, ditempel ke tiang dan dipecah per ruasdesain otomatis: Roads
<KODE>_POLE.kmzSemua tiang, rapi seperti standar Strand: POLE › NP › T6/T7/T9 › NP-01… dan POLE › EP › EP-01…, ikon angka tinggi tiang (NP) dan kotak hitam (EP). Nama umum/ganda dari vendor (NP, 7M, EXT XYZ, Untitled Placemark) diberi nomor; nama asli disimpan di atribut nama_asli.desain otomatis: cutting points
<KODE>_POLE_PETA.gpkgSalinan tiang berwarna + label untuk peta QGISTampilan saja
<KODE>_HP.shpHomepass dengan ID H00001…, EPSG:4326desain otomatis: Homepass
<KODE>_RINGKASAN_QC.htmlRingkasan satu halaman: 9 standar berwarna, daftar periksa BAKP, halaman BAKPDibaca desainer dan reviewer
<KODE>_LAPORAN_INPUT.txtLaporan lengkap dan rinciArsip, lampiran review
QC/ (folder)Satu shapefile per jenis temuan, mis. S1_HP_JAUH_TIANG.shp, S9_RENTANG_NP_NP.shp (garis merah mengikuti jalur antar tiang), S9_RENTANG_NP_EP.shp, I9_RENTANG_50_60M.shp, S4_DUPLIKAT_KOORDINAT.shp, I4_MUNGKIN_DUPLIKAT.shp, T_TIANG_NGANGGUR.shp. Awalan S = standar (perlu dicek), I = info, T = temuan tiang/jalur. Kolom: status, standar, jenis, keterangan, nilai, batas, dasar (sumber aturan), lon, lat. Tiap file punya gaya .qml.QGIS: dimuat otomatis di sub-grup QC TEMUAN; telusuri dengan Navigator QC
<KODE>_QC_TEMUAN.kmzTitik lokasi setiap temuan, dikelompokkan: folder PERLU DICEK (ikon merah) dan INFO (ikon kuning), lalu per jenis temuan dengan nomor standar dan jumlahnya. Klik titik untuk keterangan lengkap.Dibuka di aplikasi peta KMZ untuk perbaikan
<KODE>_QC_TEMUAN.shp (+ .qml)Temuan yang sama dalam Shapefile: kolom no, status (CEK/INFO), standar, jenis, kode, keterangan, lon, lat. Gaya .qml ikut tersimpan, jadi dibuka manual pun langsung merah/kuning berlabel.QGIS: dimuat otomatis; klik titik atau buka tabel atribut
<KODE>_FUNNEL_SEKITAR.gpkgBoundary layanan di sekitar clusterCek visual boundary
<KODE>_COLO.gpkgFDT existing terdekat + garis colo, berwarna: bisa colo / sisa kurang / penuh / dipakai cluster ini / di luar batasMemilih FDT untuk colo

Membaca ringkasan QC

OK sesuai standar · CEK perlu diperbaiki atau ditanyakan ke vendor · -- data pembanding belum ada (isi folder referensi). Kartu paling atas menyebut berapa standar yang perlu dicek.

Sejak 3.3.0 setiap temuan juga punya tingkat: ERROR wajib diperbaiki atau disetujui pengecualian · WARNING perlu ditinjau · INFO petunjuk · UNVERIFIED data belum cukup (tidak dihitung lolos). Ringkasan juga memuat tabel Profil standar: setiap angka beserta dasar dan sumbernya.

Folder INPUT kini juga berisi HP.csv (Comma Delimited, nama kolom utuh) dan manifest_input.json. Manifest memuat jumlah fitur, CRS, SHA-256, pemetaan kolom, pemeriksaan siap impor (jumlah HP shp = csv = HPDB, ID unik berformat H00001, koordinat di Indonesia, ROADS tidak kosong) dan petunjuk setelan desain otomatis.

Review

9 standar QC dan tindak lanjutnya

Dasar setiap nilai (regulasi, ITU-T, praktik operator, kebijakan internal) dirangkum di DASAR_ATURAN.md di folder plugin dan di kolom dasar setiap shp temuan.

NoStandarAturanBila CEK
1Jarak HP ke tiangSetiap HP ≤ 50 m dari tiang terdekatTambah tiang atau minta vendor cek posisi HP.
2Boundary RFS / funnel lainHP tidak masuk RFS DONE, RFS EXT lain, atau funnel aktif lain (funnel reject diabaikan)Keluarkan HP tersebut dari cluster atau koordinasikan dengan pemilik funnel.
3Wilayah HPDB vs FINDIMKolom SUBDISTRICT, DISTRICT, CITY, PROVINCE di sheet homepass sama dengan FINDIM (hpdb attributes). Sheet lain di file HPDB (mis. sheet "Pole") hanya dilaporkan sebagai info.Laporan menyebut kolom yang beda, isinya, dan nilai FINDIM yang benar. Perbaiki kolom itu di HPDB.
4HPDB vs KMZ + HP duplikatJumlah dan posisi HP sama, dipasangkan satu-satu; tidak ada HP berkoordinat sama (≤ 0,5 m) atau ber-ID operator sama. HP berjarak 0,5–5 m dengan nomor rumah sama/kosong = info "kemungkinan duplikat" (GPS ponsel ±4,9 m di langit terbuka, GPS.gov).Hapus baris duplikat yang disebut (nomor baris spreadsheet + ID), lalu samakan HPDB dan KMZ dengan vendor.
5HP di luar boundary FunnelTidak ada HP di luar funnel (tepi ≤ 15 m = info)Konfirmasi boundary atau keluarkan HP.
6Status desain clusterBelum tercatat di jaringan existing; status funnel sesuaiCek kemungkinan double design.
7Bisa colo FDTFDT existing ≤ 1 km dari tiang cluster terdekat, sisa splitter cukup, dan total homepass di FDT (existing + dipesan cluster lain + cluster ini) ≤ kapasitas FDTCEK berarti perlu FDT baru; ini keputusan desain, bukan kesalahan.
8BAKP (izin warga)BAKP ada (nama memuat BAKP, dipilih manual, atau dikenali dari ID cluster), tidak ada stempel tempelan digital, isian sesuai data. Tanpa BAKP = UNVERIFIED (BAKP_NOT_SUPPLIED), bukan lolos.Minta BAKP asli/lengkap ke vendor; isi daftar periksa.
9Jarak tiang ke tiang NPSetiap rentang NP-NP dan NP-EP ≤ 60 m, diukur sepanjang jalur (belokan tanpa tiang ikut dijumlah). EP-EP tidak dinilai. 50–60 m = WARNING regulasi daerah (Perwal 50 m); profil Perwal ketat: > 50 m = ERROR.Garis merah di QC/S9_RENTANG_*.shp menunjukkan rentangnya; sisipkan tiang di tengah.

Cara membaca standar 7 (colo)

Contoh: PMS2-MYU01-H02: 284 m ke tiang cluster terdekat (kabel ke HP terjauh ±791 m); sisa 8 splitter; HP di FDT 104+0+91=195 dari 384. Artinya FDT berjarak 284 m garis lurus dari tiang cluster terdekat; bila kabel ditarik lewat jalur cluster sampai HP terjauh panjangnya kira-kira 791 m; FDT sudah melayani 104 HP, belum ada pesanan cluster lain, ditambah 91 HP cluster ini menjadi 195 dari kapasitas 384 HP.

Aturan tiang tambahan

Tinggi kabel di tengah bentang dihitung dari tinggi tiang dikurangi kedalaman tanam (10% + 0,6 m) dan lendutan 2 % bentang (spesifikasi teknis FTTH operator nasional); bila < 5,0 m di atas jalan menjadi info (Permen PU 20/PRT/M/2010 Ps. 12, status berlaku). Tiang 7 m pada bentang 50 m hanya memberi ±4,4 m, jadi crossing jalan raya memakai tiang 9 m (±6,2 m; praktik operator, RKS Diskominfo Jateng 2024).

Titik jalur tanpa tiang dinilai per simpul, bukan per ujung ruas. Ujung jalur (derajat 1) = ERROR. Belokan ≥ 30° = WARNING (pedoman konstruksi jaringan distribusi TR: sudut > 30° butuh tiang tambat). Belokan 15–30° = INFO. Sambungan dua ruas yang lurus tidak ditandai lagi, sehingga temuan palsu di setiap titik sudut garis hilang. Percabangan tanpa tiang = WARNING. Dasar teknis lengkap ada di DASAR_ATURAN.md di folder plugin.

Alat 2 · sebelum desain

Alokasi FDT & FAT (estimasi)

Menjawab: berapa FAT yang dibutuhkan cluster ini, FDT existing mana (≤ 1 km) yang masih bisa menampungnya, dan berapa FDT baru yang perlu dibuat.

  1. Jalankan alat 1 dulu untuk cluster tersebut (alat 2 memakai HP.shp dan POLE_PETA.gpkg di folder INPUT).
  2. Buka Vector › Seranta › 2. Alokasi FDT & FAT, pilih folder cluster (atau folder induk untuk banyak cluster), lalu Run.
LangkahAturanDasar
FAT minimumHP ÷ 16, dibulatkan ke atas (16 HP = 2 splitter 1:8)Handbook FAT 8–16 HP; ODP-16
Kelompok HP per FATDikelompokkan sepanjang jalur kabel (ROADS hasil alat 1), seperti desain otomatis: mulai dari ujung jaringan, ambil HP terdekat menurut jarak jalur sampai 16 HP; FAT diletakkan di tiang anggota yang jarak HP terjauhnya paling kecil. Jarak HP–FAT = drop ke tiang terdekat + jarak sepanjang jalur, wajib ≤ 120 m; HP terjauh dikeluarkan ke FAT berikutnya bila lebih. FAT < 8 HP digabung ke FAT tetangga bila jarak tetap memenuhi; sisanya ditandai "FAT kecil" (HP terpencil). Satu tiang hanya untuk satu FAT (Handbook kasus 30).Handbook: FAT di tiang, FAT 8–16 HP; config desain otomatis: jarak HP→FAT maks 120 m (path length)
Pembanding desain nyataFAT di Design Lite rata-rata 14,6 HP/FAT (median 16, 139 FAT, Okt 2026). Ringkasan menampilkan HP ÷ 14,6 sebagai pembanding: bila FAT estimasi jauh di atasnya, HP tersebar/terputus dari jalur.Design Lite
Kapasitas FDTMaks 24 FAT (= 384 HP), dan dibatasi sisa output splitter FDTkebijakan internal (parameter)
FAT existing di FDTJumlah FAT di Design Lite, atau premises ÷ 16 bila lebih besar; ditambah pesanan cluster lain di COLO_RENCANA.csv. Ikon FDT dengan kode sama di beberapa desain digabung sebagai satu perangkat; desain cluster ini sendiri yang sudah tercatat di Design Lite tidak dihitung dua kali (ID cluster dibaca dari manifest alat 1).Design Lite; Handbook kasus 14
AlokasiBawaan: FDT existing terdekat dalam 1 km diisi penuh dulu dengan FAT yang paling dekat dengannya, lalu FDT berikutnya (sesedikit mungkin FDT). FDT existing yang hanya bisa menampung kurang dari 4 FAT dilewati (isian Advanced "Minimum FAT per FDT existing"), kecuali cukup untuk semua sisa FAT, supaya satu cluster tidak terpecah ke banyak FDT yang masing-masing butuh rute kabel distribusi sendiri. Opsi lain: tiap FAT ke FDT terdekatnya (kabel distribusi terpendek).Capacitated location-allocation (Kim dkk., EJOR 2011)
FDT baruSisa FAT ÷ 24 → usulan FDT baru di tiang dekat pusat FAT-nya—
Link budgetSerat 0,35 dB/km + splitter FDT + splitter FAT 1:8 + 4 konektor × 0,5 + 10 splice × 0,1 + margin 3 dB ≤ kelas OLT (B+ 28 dB / C+ 32 dB). Splitter dihitung worst-case: 1:4 7,7 dB, 1:8 11,2 dB (nilai maks GR-1209; tipikal industri 7,25 / 10,38 dB).ITU-T G.984.2; GR-1209

Hasil di INPUT…/ALOKASI_FDT/: FAT_ESTIMASI.shp (FAT, jumlah HP, FDT tujuan, HP terjauh, sisa budget), HP_PER_FAT.shp (HP berwarna per FDT), GARIS_FAT_FDT.shp, FDT_ALOKASI.shp (FAT existing, dipesan, cluster ini, sisa slot, status) dan ALOKASI_FDT.html. Beda dengan standar 7 alat 1: standar 7 mencari satu FDT untuk seluruh cluster, alat 2 boleh membagi FAT ke beberapa FDT.

Hasil alat 2 adalah estimasi awal untuk keputusan colo / FDT baru. Kode FAT dan desain final tetap dari desain otomatis (alat 3).
Izin warga

Daftar periksa BAKP

Seranta tidak membaca tulisan tangan. Ringkasan QC menampilkan halaman BAKP di samping nilai yang seharusnya, lengkap dengan kotak centang. Centangan tersimpan di browser Anda.

ButirBandingkan dengan
Cluster IDID di nama file HPDB/KMZ; tabel atas dan bagian bawah halaman 1 harus sama
HomepassJumlah HP di HPDB (tidak boleh kurang)
Kelurahan / Kecamatan / KotaHPDB dan FINDIM
RT/RWNama cluster
Pilihan persetujuan"tidak menyetujui" dicoret
Tanda tangan & stempelAda, basah, bukan tempelan
TanggalTerisi, tidak di masa depan
Mitra / vendorNama PT di nama file
Deteksi otomatis tanpa internet: gambar stempel/tanda tangan yang sama ditempel berulang di beberapa halaman, atau stempel berwarna di atas scan hitam-putih, ditandai CEK. Minta BAKP dengan tanda tangan dan stempel basah.
Alat 3 · setelah desain

Pasca-Desain

Setelah desain di desain otomatis selesai dan di-export, buka Vector → Seranta → 3. Pasca-Desain.

NoIsianWajib?Kegunaan & tips
1Folder output desain otomatisWajibFolder hasil export desain otomatis yang berisi net_nodes.shp, net_SpliceClosure.shp, dan splice plan .xlsx.
2Kode FDTOpsionalFormat 14 karakter, mis. PLG1-KNI01-H05. Isi bila splice plan belum memuat kode; kode FAT dibuat otomatis <FDT>-D01-01 dst.
3Profil proyekPilihBatas HP per FAT, jarak FAT–HP, dan rasio splitter untuk QC APD.
4KMZ tiang / clusterOpsionalMemeriksa setiap FAT benar-benar berada di tiang.
5Keterangan COLOOpsionalTeks yang ditulis di kolom COLO pada FDT FAT CODE.
6Buka laporan otomatisOpsionalMembuka laporan QC APD setelah selesai.

Hasil di HASIL_PASCA_DESAIN

FileIsi
<FDT>_FDT_FAT_CODE.csvELEMENTID, FAT FDT CODE, PREMISES, SPLITTERS, LONG, LAT, F, T, F, T, COLO (format template)
<FDT>_CLOSURE_TABLE.kmz / .htmlTabel core/tube berwarna standar TIA-598 untuk setiap closure
<FDT>_QC_APD.txtHP per FAT, jarak FAT–HP, format & urutan kode, premises FDT, jumlah FAT vs splice plan, kapasitas splitter, tube penuh dulu, FAT di tiang
Alat 4 · setelah desain otomatis

QC APD pasca-desain

Memeriksa desain APD final terhadap 34 kasus QC di Handbook KMZ, sebelum dikirim. Setiap aturan diberi status, dan aturan yang datanya kurang tidak pernah dianggap lolos.

  1. Export hasil desain otomatis ke shapefile (net_nodes, net_endpoints, net_cables, net_ServiceAreasVoronoi, net_SpliceClosure). Bisa juga memakai KMZ APD final dari aplikasi peta KMZ.
  2. Buka Vector › Seranta › 4. QC APD Pasca-Desain. Isi 1 folder output desain otomatis dan/atau 2 KMZ APD.
  3. Pilih 3 profil standar (APD_1X4 / APD_1X8 / REGULASI_KETAT, atau profil organisasi Anda) dan 4 status FDT (AUTO / COLO / NEW / UNKNOWN). Bila tersedia, isi 5 paket Feeder, 6 paket Distribusi dan 7 BOM/Daily FTTH. Lanjutan: layer rel/tol, file .sdproj (menimpa angka profil), folder hasil.
  4. Run. Hasilnya ada di folder QC_APD: satu shp per aturan, QC_APD_TEMUAN.csv, QC_APD.json, dan QC_APD.html yang terbuka otomatis. Layer temuan masuk ke grup "<cluster> QC APD" dan ke Navigator QC.
AturanKasusYang diperiksaTingkat
ServedToolsHP/FAT tidak terlayani (SERVED / SUPID kosong); CONNSTATUS berbeda dari mayoritas; ID HP gandaERROR / WARNING
FAT Coverage8HP di luar semua Voronoi; HP di coverage FAT lain; coverage tumpang tindihERROR / WARNING
Ujung kabel1, 34Graf kabel: ujung jaringan (derajat 1) tanpa FAT; ekor loop > 100 m atau > 2 span; ujung di closure = INFOERROR / WARNING
Multi-FDT2, 22Semua FDT diproses; induk FAT dari SUPID, hirarki ID dan awalan kode (klaim ganda = ERROR); kapasitas FDT 384 HP / 12 splitter; premises ikon FDT = jumlah HPERROR
Jarak FAT–HP15MAXPPDIST desain otomatis > 150 m ERROR; 120–150 m WARNING (special case, catat justifikasi)ERROR / WARNING
Kode FAT11, 32Nomor D-xx melompat, kode ganda, awalan beda dengan FDT, urutan tidak sesuai jarak dari FDTWARNING / INFO
FAT melayang3FAT > 2 m dari tiangWARNING
Tiang nganggur, rentang25, 9Tiang > 3 m dari kabel; rentang antar tiang di sepanjang kabelWARNING / ERROR
FAT center & grouping6, 33FAT jauh dari titik paling sentral HP-nya; HP melewati FAT lainINFO (review)
FDT COLO/NEW13, 14FDT wajib ada di paket Feeder dan Distribusi; posisi bergeser > 5 m; NEW: setiap FAT harus tersambung ke FDT lewat graf kabelERROR / UNVERIFIED
BOM22, 23, 29HP, FAT, FDT, tiang, closure harus sama dengan desain; panjang kabel (km → m) dibandingkan dengan desain + slack per perangkat; item existing dipisahkanERROR / WARNING
KMZ APD5, 18, 20, 28, 31Folder Homepass/FAT Coverage (rename), ikon X, warna kabel 24/48/96/144, keterangan kabel COLO/NEW INFRA, folder Existing untuk COLOERROR / WARNING
Slack, crossing21, 17, 19, 27Slack tiap 250 m (bila ada penanda); kabel memotong rel/tol (bila layer diberikan)WARNING / UNVERIFIED

Tujuh aturan paket APD (QC-01 sampai QC-07)

Berkas pendukung dicari otomatis di folder proyek (dan dua tingkat di atasnya): tabel FAT FDT CODE (.xlsx/.csv), Splice Plan (.xlsx). Isian lanjutan 8–11 dipakai bila nama file berbeda atau untuk data yang tidak ada di folder proyek: rekap kode FDT dan titik tiang existing referensi kota (.kmz/.csv/.shp).

AturanYang diperiksaBila datanya tidak ada
QC-01 Kode FDTFormat kode, tidak ganda, tidak bentrok dengan FDT existing di lokasi lain, kode FDT baru tercatat di rekapBelum bisa dicek (tidak dianggap unik)
QC-02 Premises & splitterPremises FDT = jumlah premises FAT; splitter FDT ≤ 12 × 1:4; output FDT cukup; FAT 1–8 HP = 1 splitter 1:8, 9–16 HP = 2; fiber/tube Splice Plan (sheet Route optique) = tabel kodeBagian yang butuh Splice Plan/tabel kode belum bisa dicek
QC-03 PropertiesProperties FDT/FAT di KMZ = tabel kode (premises, splitter, koordinat ≤ 1 m, F/T); FDT COLO wajib menyebut cluster colo, FDT NEW tidakHanya cek keterangan COLO
QC-04 Tiang referensiTiang existing ≤ 10 m dari titik tiang existing referensi kotaBelum bisa dicek
QC-05 RasioPancingan ≤ 15 % panjang New Cable 24C/48C; closure 96 baru ≤ 10 % jumlah FAT AE; hanya lingkup Distribution (closure Feeder tidak ikut dihitung)Catatan: penyebut nol
QC-06 Perangkat di tiangFDT baru, FAT AE, closure 96 baru ≤ 2 m dari tiang, sesuai lingkup paketnyaPerangkat di lingkup tanpa data tiang dicatat, bukan vonis
QC-07 PancinganKedua ujung pancingan bertumpu pada tiang (≤ 3 m)-
Satu FDT yang tergambar di folder Feeder dan Distribution dengan kode sama dihitung sebagai satu perangkat (bukan duplikat). Kapasitas kabel dibaca dari nama folder (mis. New Cable 24C = 24 core) dan disimpan terpisah dari jumlah serat atribut (FIBERS = 20).

Daftar kerja reviewer (QC_APD_TEMUAN.xlsx)

Setiap QC menghasilkan file spreadsheet berisi empat sheet:

SheetIsi
RingkasanSatu baris per aturan: status, jumlah temuan per tingkat, apa yang dicek, alasan bila belum bisa dicek, dasar aturan.
TemuanSatu baris per temuan: judul sederhana, objek, lingkup (Feeder/Distribution), nilai, batas, satuan, arti, yang perlu dilakukan, bukti (folder KMZ dan atribut asli), file sumber, tautan peta, dan kolom Status review (pilihan baku) serta Catatan reviewer.
Kelengkapan inputMasukan yang dipakai, jumlah objeknya, dan aturan yang belum bisa diuji bila masukan itu tidak ada.
Grouping FDTKelompok kode area FDT di sekitar, FDT existing terdekat, dan kode kandidat (bila data jaringan existing tersedia).
Reviewer cukup mengisi kolom Status review dan Catatan reviewer di spreadsheet. Saat QC dijalankan ulang, status itu dibaca kembali dan menempel pada temuan yang sama. Tutup file spreadsheet sebelum menjalankan ulang QC.

Kelengkapan data dan kandidat grouping

Laporan HTML kini dibuka dengan tabel Kelengkapan data masukan: tiap masukan berstatus dipakai atau tidak ada, beserta akibatnya. QC-01 menambahkan tabel Kandidat grouping FDT: kode FDT yang membuka kelompok area baru dicatat sebagai Catatan (pastikan terdaftar di rekap), sedangkan kode yang memakai kelompok yang sudah dipakai di lokasi lain padahal FDT sekitarnya berkelompok lain menjadi Perlu ditinjau, lengkap dengan kode kandidat.

Di panel Navigator QC, temuan dapat disaring per aturan dan per lingkup (Distribution, Feeder, tanpa lingkup); arahkan kursor ke temuan untuk melihat buktinya.

Matriks keputusan FDT COLO/NEW

StatusFeederDistribusiHasil
COLOFDT adaFDT adaPASS bila ID dan posisi konsisten; tidak menuntut feeder baru
COLO/NEWadatidak adaERROR FDT_MISSING_IN_DISTRIBUTION
COLO/NEWtidak adaadaERROR FDT_MISSING_IN_FEEDER
NEWadaadaFAT terputus dari FDT di graf kabel → ERROR FDT_NEW_ROUTE_DISCONNECTED
apa punpaket tidak diberikanUNVERIFIED_DATASET (bukan vonis FDT hilang)
UNKNOWNadaUNVERIFIED_STATUS sampai status diputuskan
Aturan "FDT wajib di dua paket" berasal dari review operasional (kebijakan internal), bukan standar eksternal. Status keseluruhan PASS hanya muncul bila semua aturan dijalankan dengan data lengkap tanpa temuan. Jumlah temuan yang rendah tidak berarti desain benar bila banyak aturan masih UNVERIFIED.
Membaca hasil

Membaca laporan HTML

Semua alat membuat laporan HTML dengan susunan yang sama, supaya siapa pun, termasuk yang bukan desainer, langsung paham apa yang harus dilakukan.

Kalimat keputusan. Baris pertama di bagian atas, mis. "Desain belum siap dikirim: 2 hal wajib diperbaiki, 9 perlu ditinjau".
Jalur aturan. Setiap aturan digambar sebagai titik di sepanjang satu kabel, berwarna menurut hasilnya. Klik titik untuk melompat ke penjelasan aturan.
Kartu aturan. Tiga kolom: Yang dicek, Kenapa penting, Bila ada temuan. Aturan yang perlu tindakan terbuka otomatis; yang lolos tertutup.
Temuan. Judul sederhana + kode objek, satu kalimat arti temuan, lalu Yang perlu dilakukan. Tombol Lihat di peta membuka lokasinya; Detail teknis berisi kode aturan, pesan asli, dan nomor temuan.
Saring dan cari. Klik jumlah di bagian atas (mis. "2 wajib diperbaiki") untuk menampilkan tingkat itu saja; kotak cari menerima kode perangkat atau tiang. Cetak atau simpan PDF membuka semua bagian sebelum dicetak.
WarnaArtiYang dilakukan
Wajib diperbaikiMelanggar batas tegas (ERROR)Perbaiki, atau catat pengecualian yang disetujui di Navigator QC
Perlu ditinjauDi atas batas anjuran (WARNING)Periksa; beri alasan bila dipertahankan
Belum bisa dicekData pendukung belum ada (UNVERIFIED)Lengkapi data lalu jalankan ulang; bukan tanda lolos
CatatanSaran efisiensi atau kerapian (INFO)Tidak wajib
LolosDicek dengan data lengkap, tanpa temuan (PASS)-

Laporan dapat dibuka tanpa internet dan tampil sama di semua komputer (huruf tertanam). Tautan peta memakai OpenStreetMap.

Standar Anda sendiri

Profil standar organisasi

Semua batas angka ada di profil JSON. Setiap angka punya nilai, dasar, sumber, dan status (disahkan atau parameter rekayasa).

Profil bawaan: APD_1X4 (default), APD_1X8, REGULASI_KETAT. Profil milik organisasi Anda (mis. dengan handbook internal) disimpan di luar folder plugin agar tidak tertimpa saat update. Seranta membaca profil tambahan dari:

  1. folder pada variabel lingkungan SERANTA_PROFILE_DIR,
  2. pengaturan QGIS seranta/profile_dir,
  3. <folder profil QGIS>\seranta\profiles\ (di Windows biasanya %APPDATA%\QGIS\QGIS3\profiles\default\seranta\profiles).
  4. paling mudah: folder Documents\Seranta\profiles di komputer Anda.

Profil dengan "default": true dipilih pertama. Profil dengan profile_id sama dengan profil bawaan menggantikannya. Salin salah satu file di folder profiles plugin sebagai contoh.

Keandalan

Keandalan plugin & dasar setiap angka

Setiap angka di Seranta punya sumber yang bisa ditelusuri dan status pengesahan, disimpan di profiles/*.json. Setiap temuan mencatat profil dan versi aturannya (2026.10-r2).

AngkaNilaiDasarKekuatan
Tinggi kabel di atas jalan≥ 5 m (6 m profil Perwal)Permen PU 20/PRT/M/2010 Ps. 12 (berlaku); PP 34/2006; Perwal Pekalongan 21/2024Regulasi
Jarak antar tiang60 m ERROR; 50–60 m WARNINGHandbook KMZ kasus 9; Perwal Yogyakarta 13/2018, Tangsel 47/2019, Pekalongan 21/2024; pedoman konstruksi jaringan distribusi TRInternal + regulasi daerah
Lendutan kabel2 % bentangspesifikasi teknis FTTH operator nasional (PED F-002-2015)Praktik industri
Kemungkinan duplikat / tepi Funnel5 m / 15 mGPS.gov 4,9 m; Merry & Bettinger, PLOS ONE 2019: 7–13 m urbanRiset
Sudut belok15° info, 30° warningBuku pedoman konstruksi jaringan distribusi TR (2010) Tabel 3.6Standar konstruksi (perlu kalibrasi)
FAT8–16 HP (target 15), ≤ 120 m (150 m special case)Config desain otomatis 1x4; Handbook kasus 15; ODP-16Internal + praktik
FDT384 HP, 12 × 1:4 (profil 1x8: 480 HP, 8 × 1:8)Config desain otomatis 1x4 / 1x8; Handbook QC efisiensiInternal
Link budgetB+ 28 / C+ 32 dB; splitter 7,7 / 11,2 dB; serat 0,35 dB/km; margin 3 dBITU-T G.984.2 (in force); GR-1209; Farooq dkk. 2015Standar
COLO ≤ 1 km, slack 250 m, loop 100 m / 2 span—Handbook KMZ (tidak ada standar eksternal); validasi utama colo tetap link budgetInternal
Toleransi snap, FAT–tiang, BOM ±5 %0,5 m / 2 m / 5 %Parameter rekayasaNOT_APPROVED (kalibrasi)

Bagaimana keandalannya diuji

  • 30 uji regresi otomatis (tests/test_qc_core.py dan tests/test_tool1_helpers.py) yang memetakan skenario UAT spesifikasi: HP not served, HP di luar Voronoi, dua ruas lurus tidak menjadi ujung palsu, ujung kabel tanpa FAT dan loop, dua FDT, FAT diklaim dua FDT, COLO/NEW Feeder–Distribusi, folder Feeder tidak ada (UNVERIFIED), status UNKNOWN, BOM tiang selisih dan satuan km, BOM tidak ada (UNVERIFIED), ikon X, warna kabel, profil, dan pembacaan .sdproj, ditambah penamaan cluster dan penggabungan FDT berkode sama. Semua lolos.
  • Dataset golden (tests/make_fixture_apd.py): desain APD sintetis di atas geometri strand nyata (190 HP, 27 tiang) dengan 15 cacat yang sengaja disisipkan. Alat 4 menemukan 15 dari 15 cacat.
  • Uji langsung di QGIS 3.40 pada tiga cluster uji dan satu proyek APD lengkap. Hasilnya dirangkum di bagian Yang baru.
  • Jarak diverifikasi terhadap jarak elipsoid Vincenty (selisih < 0,05 m).

Hasil uji langsung di QGIS 3.40 (TES PLUGIN, Oktober 2026)

ClusterDataTemuan alat 1 yang terbukti benarAlat 2
TES 1 Banda Aceh, Lambaro Skep Jl. Syiah Kuala607 HP (474 di folder HP + 133 titik foto bukti), 142 tiang607 HP melebihi kapasitas satu FDT (384 HP), jadi perlu minimal 2 FDT; 2 HP di Funnel aktif cluster lain; 14 rentang 50–60 m (WARNING regulasi daerah)47 FAT (minimum teoretis 38, pembanding desain nyata ±42), 4 FDT existing (38 FAT) + 1 FDT baru (9 FAT), semua HP ≤ 120 m sepanjang jalur, sisa link budget ≥ 1 dB (B+)
TES 2 Palembang, 3 Ilir RW 004190 HP, 27 tiang (KMZ tanpa folder)Sheet Pole di HPDB tertulis Majalengka/Jawa Barat (salah salin vendor; sheet HP benar); 18 HP di luar Funnel; colo ke PLG1-TIR05-H01 219 m, sisa 7 splitter12 FAT (= minimum 12), semuanya ke satu FDT existing
TES 3 Jambi, Perumahan Griya Assalam Extension101 HP, 14 tiangKecamatan HPDB "Kota Baru", FINDIM "Alam Barajo" (kecamatan hasil pemekaran); stempel BAKP yang sama ditempel digital 4 kali; rentang EP-01–NP-01 60,2 m (lebih 0,2 m, di bawah akurasi GPS, perlu ukur ulang); FDT JMB1-MAI01-H04 yang dipakai desain ini akan memakai 13 dari 12 splitter 1:47 FAT (= minimum 7)
Alat 4, dataset goldenAPD sintetis di atas geometri strand TES 215 dari 15 cacat yang disisipkan ditemukan; status keseluruhan ERROR; slack dan crossing UNVERIFIED (data tidak ada), bukan PASS

Waktu proses di laptop uji: alat 1 1,8–3,3 detik per cluster, alat 2 0,2–0,9 detik, alat 4 1 detik. Zoom to layer berfungsi pada semua layer alokasi, termasuk saat alat 2 dijalankan ulang dengan layer lama masih terbuka.

Hasil QC adalah alat bantu. Keputusan desain dan pengecualian tetap berada pada desainer dan reviewer. Parameter berstatus NOT_APPROVED perlu disahkan pemilik standar sebelum dijadikan dasar penolakan desain.
Perbandingan versi

Yang baru di 3.5.9: aturan duplikat dari temuan tim QC

Dari review tim QC (Jambi, Pasir Putih RT 05/22/23/24): semua pasangan yang dinilai duplikat memakai label survei yang sama (?327, ?296, KOPYCO, TOKO TAUFIK) walau pinnya bergeser. Label ?NNN adalah nomor urut aplikasi survei, jadi unik per rumah. Aturan ini sekarang berlaku untuk semua wilayah, di dalam satu cluster maupun antar cluster:

KecocokanJarak maksTingkat
Koordinat sama0,5 mERROR
Label survei ?NNN / nama usaha sama25 m (25–50 m = WARNING: duplikat atau salah ketik label)ERROR / WARNING
Nomor rumah biasa sama (3, 11, 35B)15 m; 30 m bila nama jalan samaERROR
Nama mirip (salah ketik ≥ 85 %)30 mWARNING
Dua titik berimpit, label berbeda (satu bangunan)2 mWARNING
Nomor rumah kosong0,5–5 mINFO

Uji ketahanan: setiap titik RT 22 digeser acak 10–25 m, ke-16 duplikat lintas cluster tetap tertangkap. Semua jarak ada di profil (cross_label_match_m, same_street_match_m, cross_fuzzy_match_m, same_building_m) dan bisa diubah pemilik standar.

3.5.8: QC lintas cluster (cluster saudara)

Satu wilayah survei sering dipecah menjadi beberapa sub-cluster (mis. RT 05, RT 22, RT 23) yang semuanya berada di dalam satu poligon Funnel induk. Karena itu cek Funnel tidak bisa melihat bahwa rumah yang sama diserahkan di dua cluster. Alat 1 sekarang membaca folder cluster lain di folder induk yang sama (juga dalam mode batch, dan folder pembanding opsional di bagian Advanced) lalu memeriksa:

PemeriksaanAturanTingkat
HP duplikat lintas cluster (standar 4)Koordinat sama (≤ 0,5 m), atau nomor rumah/nama titik sama dalam ≤ 15 m (galat GPS ponsel permukiman 7–13 m). Temuan memuat saran cluster pemilik: di dalam BOUNDARY siapa, lalu tiang siapa yang lebih dekat.ERROR
Kemungkinan duplikat lintas cluster0,5–5 m, nomor rumah kosongINFO
HP masuk BOUNDARY cluster saudara (standar 2)> 10 m di dalam garis BOUNDARY cluster lain; ≤ 10 m = catatan tepiERROR / INFO
BOUNDARY tumpang tindihIrisan BOUNDARY yang berisi rumah dan lebih lebar dari 10 m; irisan tipis tanpa rumah = catatanWARNING / INFO
ID cluster ganda (standar 4)ID cluster di nama file HPDB/KMZ dipakai cluster lain (sering karena nama file disalin)WARNING / INFO

Satu akar masalah = satu temuan: HP yang sudah dilaporkan sebagai duplikat lintas cluster tidak dilaporkan lagi sebagai “masuk BOUNDARY cluster lain”. BOUNDARY dan HP cluster saudara (warna merah muda) ikut tergambar di gambar temuan dan peta interaktif. Cluster yang jauh (> 2 km) dilewati tanpa membaca HPDB-nya, dan folder versi lain dari cluster yang sama (kode wilayah sama, atau sebagian besar titiknya identik) diabaikan. Agar cek ini bekerja, simpan folder cluster-cluster satu wilayah berdampingan di satu folder induk.

3.5.7: bukti temuan langsung di laporan

Tim QC tidak perlu lagi membuka berkas di folder untuk membuktikan temuan. Setiap temuan di laporan HTML punya panel bukti bertab, dan perbedaan antara gambar statis dan peta interaktif dibuat jelas.

Tab / tombolIsi dan kegunaan
GambarTangkapan statis lokasi temuan untuk laporan/Word. Tombol Salin gambar (tempel di Word dengan Ctrl+V) dan Unduh PNG. Klik gambar untuk memperbesar.
Aturan vs nilaiTabel Parameter · Syarat · Nilai di data · Selisih (mis. bentang 60 m vs 76 m, +16 m / +27 %). Nilai pelanggar ditebalkan merah.
Data sumberKutipan langsung data asli yang dibaca plugin: baris HPDB yang disebut (semua kolom terisi, kolom penentu disorot), atribut tiang (tinggi, status, koordinat), FAT/FDT, homepass, atau kabel dari KMZ/hasil desain, lengkap dengan nama berkasnya.
JejakID temuan, kode aturan, dasar aturan dan sumbernya, berkas sumber, profil & versi aturan, versi plugin, waktu QC: untuk audit dan diskusi dengan vendor.
Tampilkan di petaMembuka peta interaktif: bisa diklik, diperbesar, diukur, dan menampilkan objek di sekitar. Di peta ada tombol Salin gambar / Unduh gambar untuk mengambil tangkapan tampilan peta saat itu (dengan judul temuan, koordinat pusat, skala, dan arah utara).
HP duplikatSatu akar masalah = satu temuan. Bila dua baris HPDB berkoordinat sama dan KMZ hanya punya satu titik, baris ganda tidak lagi dilaporkan terpisah sebagai “HP di HPDB tidak ada di KMZ”; keterangannya digabung ke temuan HP duplikat.
TampilanToken desain mengikuti pola sistem desain operator telekomunikasi kelas dunia (netral merek): aksen petrol-teal, warna status fungsional terpisah dari aksen, ikon tingkat berbentuk berbeda (segi delapan, segitiga, cincin putus, centang) agar aman bagi buta warna, kutipan data memakai huruf IBM Plex Mono.

3.5.6: peta temuan interaktif di setiap laporan

Laporan HTML alat 1 (RINGKASAN_QC.html) dan alat 4 (QC_APD.html) kini dibuka dengan peta temuan yang memuat seluruh objek jaringan dan setiap temuan. Tidak perlu lagi bolak-balik ke Google Earth untuk mengecek.

Fitur petaCara memakai
Klik titik temuanPanel kanan menampilkan isi temuan, tindakan, nilai vs batas, panjang garis temuan, gambar, centang Sudah dicek (sinkron dengan daftar), koordinat desimal & DMS, objek di sekitar (≤ 25 m) dan temuan lain di sekitar (≤ 30 m).
Klik objekTiang, homepass, FAT/FDT, closure, kabel, atau batas: semua atributnya (mis. tinggi tiang, alamat & RT/RW HP dari HPDB, premises & splitter FAT, core kabel, folder KMZ), panjang kabel, dan temuan QC yang melekat pada objek itu.
Peta dasarTanpa peta dasar (offline, bawaan), Citra satelit atau Peta jalan bila ada internet (atribusi penyedia tampil). Tautan Google Maps satelit, Google Earth 3D dan Street View ada di setiap temuan/objek.
Alat bantuSaring per tingkat, hidup/matikan lapisan, cari ID temuan / nama tiang / HP, ukur jarak (M), layar penuh (F), temuan sebelumnya/berikutnya ([ ]), dan tombol Tampilkan di peta pada setiap temuan di daftar.
TampilanKepala laporan bergaya pita gelap navy–teal dengan aksen serat & fajar, huruf Poppins + Inter tertanam, ubin KPI membulat, mode gelap otomatis; dirancang mengikuti prinsip sistem desain operator telekomunikasi besar (aksen hemat, tipografi tegas, kontras WCAG AA) tanpa meniru merek mana pun.

3.5.5, 3.5.4 dan 3.5.3: hasil QC lebih tepat dan jelas

3.5.5: nomor menu disamakan dengan urutan kerja. 1 Siapkan input + QC survei → 2 Alokasi FDT & FAT (sebelum desain) → desain otomatis → 3 Pasca-desain (kode FDT-FAT) → 4 QC APD. Nama algoritma di Processing (ID) tidak berubah, jadi skrip/model lama tetap jalan. Handbook ini juga dibuat ulang menjadi interaktif: peta perjalanan yang bisa diklik dengan daftar periksa tersimpan, pemandu langkah, kamus temuan (cari arti setiap kode), uji pemahaman, pencarian di daftar isi, tombol tema terang/gelap, dan cetak ke PDF.

3.5.4: (1) lencana aplikasi pemindai ("Dipindai dengan CamScanner") yang tertanam di setiap halaman BAKP tidak lagi dibaca sebagai "stempel/tanda tangan ditempel digital"; (2) rentang tiang yang tergambar dua kali karena dua garis jalur bertumpuk (mis. jalur utama + garis "Penanda") dinilai sekali saja, sehingga temuan bentang 50–60 m dan kabel rendah tidak lagi ganda.

Perbaikan dari pengujian data nyata (Minahasa Roong, Banda Aceh Permata Hijau). Semua hitungan dicocokkan ulang secara independen terhadap HPDB, KMZ, FAT FDT CODE dan Splice Plan.

PemeriksaanSebelumnya3.5.3Dasar
HPDB vs KMZ (alat 1, standar 4)Rumah yang sama dengan koordinat bergeser > 5 m muncul dua kali: "HPDB tidak ada di KMZ" dan "KMZ tidak ada di HPDB"Bila no. rumah HPDB = nama titik KMZ dan jarak ≤ 30 m: satu temuan HP_BERGESER (perlu ditinjau) dengan jaraknyaGalat GPS ponsel 7–13 m di permukiman (Merry & Bettinger, PLOS ONE 2019); 30 m = ±2× batas atas
Titik folder DUPLIKAT (ERROR) di KMZDihitung sebagai duplikat dan juga sebagai "KMZ tidak ada di HPDB"Hanya dihitung sebagai duplikatHindari hitung ganda
Cakupan HPDBPuluhan temuan tanpa konteksCatatan cakupan bila KMZ ≥ 1,5× HPDB; catatan bila CLUSTER_NAME HPDB bercampurArahkan tim ke akar masalah dulu
Garis "Keterangan Infra" (alat 4)Dinilai sebagai kabel (slack, BOM, rasio pancingan)Penanda saja, tidak dinilai sebagai kabelTemplat KMZ APD: garis penanda menumpang di atas kabel
Label status kabelPancingan ikut ditandai "tanpa status COLO/NEW INFRA"Pancingan tidak dinilaiFolder Pancingan sudah menyatakan jenisnya
QC-06 perangkat di tiang"Lolos" walau sebagian perangkat belum bisa dicek"Belum bisa dicek" dengan rincian (mis. 17 dari 18 OK)Lolos hanya bila semua dicek
Aturan lolos dengan keterbatasanTertulis "Lolos. Tidak ada temuan.""Lolos dengan catatan: ..." di HTML dan WordKejelasan bagi semua pengguna
Versi aturan di laporanDiambil dari file profil (bisa angka lama)Versi logika kode yang menilai (2026.10-r5)Jejak audit

3.5.2: laporan interaktif dan Word

FiturCara memakai
ID temuan tetapSetiap temuan punya ID (F-0001 di alat 1; ID temuan di alat 4) yang sama di laporan HTML, laporan Word, layer temuan dan panel Navigator QC. Sebut ID ini saat berdiskusi dengan tim.
Gambar peta per temuanFolder QC_GAMBAR berisi satu gambar per temuan (lokasi disorot, label tiang/perangkat, skala, utara). Gambar juga tertanam di HTML (klik untuk memperbesar, tombol g) dan di Word.
Laporan WordAlat 1 menulis <KODE>_LAPORAN_QC.docx, alat 4 menulis QC_APD_LAPORAN.docx: ringkasan per aturan lalu satu bagian per temuan dengan kolom catatan reviewer. Tombol Unduh laporan Word ada di laporan HTML.
Review di HTMLCentang Sudah dicek per temuan (tersimpan di browser), saring Belum dicek, unduh Rekap review (CSV). Pintasan: j/k pindah temuan, x tandai, / cari, ? bantuan.
Navigator QCSalin gambar: gambar peta temuan terpilih ke clipboard, tempel di Word (Ctrl+V). Laporan Word: semua temuan yang tampil sesuai filter, gambar diambil dari peta QGIS Anda saat itu.
Tinggi kabel tengah bentangRumus: tinggi tiang − tanam 1/6 tinggi − 0,3 m − lendutan 1,5 % × bentang. ≥ 5 m lolos; 4,7–5 m hanya diringkas (tinjau bila melintang jalan); < 4,7 m dicatat per rentang. Bila melintang jalan pakai tiang 9 m.
Label petaPanjang bentang ditulis di atas garis (“bentang 52,3 m”), tinggi kabel di bawah garis putus-putus (“kabel ±4,8 m dari tanah”).

3.5.1: toleransi berbasis acuan

Setiap pemeriksaan jarak kini memakai tiga tingkat: lolos, tinjau (pita ragu karena galat GPS atau gambar tangan) dan gagal. Angka dan sumbernya ada di profil, sehingga bisa disesuaikan per kota.

Pemeriksaan3.5.03.5.1Acuan
HP di luar BOUNDARY KMZ (alat 1)Meleset 0,5 m pun "wajib diperbaiki"≤ 10 m dari garis = INFO "di tepi"; > 10 m = wajib diperbaiki; jarak tercatatGPS.gov: GPS ponsel rata-rata 4,9 m langit terbuka; Merry & Bettinger, PLOS ONE 2019: 7–13 m urban
Double tagging Design Lite (alat 1)HP ≤ 2 m, tiang ≤ 1,5 m+ pita tinjau: HP 2–5 m, tiang baru 1,5–10 m (INFO)GPS.gov 4,9 m; buffer pencocokan tiang 10 m (Zhang dkk., Sensors 2018)
Tiang survei tidak dilewati jalur (alat 1)Wajib diperbaikiWARNING (tinjau)Selaras alat 4 (POLE_IDLE = WARNING)
Link budget (alat 2)Splitter maksimum + konektor 0,5 dB + margin 3 dBVonis: nilai desain 1:4 7,25 / 1:8 10,38 dB, konektor 0,25 dB + margin 3 dB; worst-case = "budget tipis"ITU-T G.984.2 (B+ 28 dB / C+ 32 dB); nilai redaman desain operator nasional; GR-1209 (maks)
Slack kabel (alat 4)Semua kabel, termasuk colo/existingHanya kabel baruHandbook kasus 21 (aturan internal)
Ekor kabel setelah FAT terakhir (alat 4)Selalu ERROR; bentang dihitung sebagai jumlah tiangDalam batas loop 100 m / 2 bentang = WARNING; bentang dihitung benarHandbook kasus 1 dan 34
Grouping FDT (QC-01)FDT sendiri yang sudah tercatat di Design Lite terbaru dianggap "kelompok dipakai di tempat lain"FDT yang sama di lokasi yang sama (dan kode sendiri di rekap) tidak dihitungKoreksi logika
Pengujian47 uji54 uji

Ambang yang tidak diubah karena sudah sesuai atau lebih longgar dari acuan: tiang existing vs referensi 10 m (aturan QC desain; buffer 10 m di literatur), bentang 60 m tegas / 50 m regulasi daerah (Kominfo & Perwal: 50 m; profil REGULASI_KETAT memakai 50 m sebagai batas tegas), ruang bebas jalan 5 m (Permen PU 20/2010), perangkat di tiang 2 m, koordinat tabel kode vs KMZ 1 m, jarak HP ke FAT 120/150 m (Handbook internal; acuan eksternal drop ≤ 150–250 m).

3.5.0 dibanding 3.4.x

Bidang3.4.x3.5.0
Daftar kerja reviewerCSV dan JSON+ QC_APD_TEMUAN.xlsx dengan pilihan status review yang dibaca kembali saat QC diulang
Kelengkapan inputHanya di logTabel di laporan HTML, JSON dan XLSX: dipakai / tidak ada, jumlah objek, aturan yang terdampak
Bukti temuanHanya aturan QC-01..07Semua temuan: bukti, file sumber, lingkup, lokasi (temuan tabel seperti Splice Plan kini menunjuk perangkatnya di peta)
Grouping FDTBelum adaKandidat grouping dari jaringan existing di QC-01
Navigator QCFilter tingkat dan review+ filter aturan dan lingkup Feeder/Distribution
Pengujian42 uji47 uji

3.4.0 dibanding 3.3.0

Bidang3.3.03.4.0
Laporan HTMLTabel status dan daftar pesan teknisKalimat keputusan, jalur aturan, penjelasan "yang dicek / kenapa penting / yang dilakukan" di setiap aturan, setiap temuan dalam bahasa sederhana, saring dan cari, huruf tertanam, mode gelap, siap cetak PDF (alat 1–4)
QC paket APD15 aturan (34 kasus Handbook)+ 7 aturan paket APD (QC-01 sampai QC-07): kode FDT, premises dan splitter + fiber/tube Splice Plan, properties vs tabel kode, tiang existing vs referensi, rasio pancingan dan closure, perangkat dan pancingan di tiang
Lingkup Feeder/DistributionClosure Feeder ikut dihitung (rasio 12,5 %)Rasio hanya lingkup Distribution (6,25 %); satu FDT di dua paket = satu perangkat
Objek temuanID ekspor (N001.01.05)Kode perangkat (BNA1-…-D02-03); nama proyek dari folder, bukan "OUTPUT"
Nama dan profilNama merek/perusahaan di teks dan profilTeks netral; profil APD_1X4 / APD_1X8 / REGULASI_KETAT; profil organisasi di luar plugin
Ikon KMZDiambil dari server ikon pihak ketigaTertanam di dalam KMZ (tampil tanpa internet)
Pasang dan updateZIPRepositori plugin resmi QGIS; rilis baru otomatis dari tag versi
Pengujian30 uji42 uji, termasuk skenario penerimaan S01–S10

Sebelumnya: 3.3.0 dibanding 3.2.2

Bidang3.2.23.3.0
QC setelah desain otomatisAlat 3: kode FAT, closure, beberapa cek APDAlat 4 baru: 15 aturan untuk 34 kasus Handbook, termasuk Served, Voronoi, ujung kabel, multi-FDT, Feeder–Distribusi, BOM, dan KMZ
Hasil QCCEK / INFOERROR / WARNING / INFO / UNVERIFIED / PASS; data kurang tidak pernah dihitung lolos
Dasar angkaTertulis di DASAR_ATURAN.mdProfil JSON: setiap angka punya nilai, dasar, sumber, dan status; dicatat di setiap temuan; bisa ditimpa dari .sdproj
Rentang 50–60 mINFOWARNING (regulasi daerah); profil Perwal ketat > 50 m = ERROR
Lendutan kabel1 % (vendor)2 % (spesifikasi teknis operator)
Duplikat / tepi Funnel3 m / 10 m5 m / 15 m (studi GPS ponsel)
Titik jalur tanpa tiangSetiap ujung ruas ditandai (banyak temuan palsu di titik sudut garis lurus)Dinilai per simpul: ujung, belokan ≥ 30°, percabangan; sambungan lurus tidak ditandai
Link budget alat 2Splitter tipikal 7,25 / 10,38 dBWorst-case 7,7 / 11,2 dB (GR-1209)
FAT per tiang (alat 2)Dua FAT bisa jatuh di satu tiangSatu tiang satu FAT
Zoom to layer alokasiLayer lama tidak dilepas, sehingga file setengah tertimpa dan extent salahLayer lama dilepas sebelum ditulis ulang
Input desain otomatisHP.shp, POLE.kmz, ROADS.shp+ HP.csv dan manifest_input.json (SHA-256, cek siap impor, petunjuk desain otomatis)
BAKPHanya file bernama BAKPDikenali dari isi/ID cluster (BAKP_UNRECOGNIZED) atau dipilih manual (BAKP_MAPPED); tanpa BAKP = UNVERIFIED
Titik foto bukti (sub-folder EVIDANCE/EVIDANCE di folder HP)Dihitung sebagai HP biasaDipakai untuk memasangkan baris HPDB, tetapi titik foto yang tidak berpasangan tidak dilaporkan sebagai HP lebih (TES 1: 607 HPDB = 474 HP + 133 titik bukti)
Nama clusterSelalu dari nama folder (folder "TES 2" menjadi kode TES_2)Folder umum/uji (TES, TEST, UJI, New folder, angka) → nama dari file HPDB, mis. INPUT_3_ILIR_RW_004
FDT dengan kode sama di beberapa desainBisa terhitung dua FDT berbeda (lokasi ikon berbeda > 30 m)Digabung sebagai satu perangkat (≤ 150 m), sebaran ikon dilaporkan (Handbook kasus 14); desain cluster sendiri tidak dihitung dua kali, sehingga kapasitas splitter riilnya terlihat
Rentang sedikit di atas batas60,2 m langsung "sisipkan tiang"Tetap CEK, ditambah catatan bila kelebihannya lebih kecil dari akurasi GPS (±5 m): ukur ulang di lapangan dulu
Alokasi cluster besarCluster 607 HP terpecah ke 6 FDT existing + 1 FDT baruFDT existing dengan sisa < 4 FAT dilewati: 4 FDT existing + 1 FDT baru
Navigator QCKlik, zoom, filter CEKFilter tingkat & review, status review dengan catatan (bertahan saat QC diulang), ekspor CSV, temuan non-spasial, alat 1/3/4 dalam satu panel
PengujianUji fungsi awal30 uji regresi + dataset golden 15 cacat + uji langsung QGIS 3.40 pada 3 cluster nyata (2 putaran)
Bantuan

Masalah umum

Zoom to Layer pada hasil Alokasi FDT tidak menampilkan apa-apa

Penyebabnya: layer ALOKASI_FDT dari run sebelumnya masih terbuka saat alat 2 dijalankan ulang, sehingga Windows mengunci file dan shapefile hanya tertimpa sebagian (extent di header tidak cocok dengan isinya). Sejak 3.3.0 alat 2 melepas layer lama sebelum menulis ulang. Untuk proyek lama, hapus grup "… ALOKASI FDT" dari panel Layers lalu jalankan ulang alat 2.

BAKP dilaporkan tidak ada padahal file-nya ada

Nama file BAKP sering hanya berupa nama jalan (mis. 2356732370_Jl. Syiah Kuala.pdf). Seranta 3.3.0 mengenalinya dari ID cluster di nama file dan PDF hasil scan, lalu menandainya UNVERIFIED (kandidat). Pastikan dokumennya memang BAKP, atau pilih file di isian Advanced File BAKP.

Banyak aturan alat 4 berstatus UNVERIFIED

Artinya data pendukung tidak diberikan: BOM, paket Feeder/Distribusi, layer Voronoi, atau atribut SUPID/MAXPPDIST (KMZ hasil copy-paste kadang kehilangan atribut). Pakai export shp desain otomatis langsung dan isi BOM serta paket Feeder agar aturan tersebut bisa diputuskan.

"Tidak ada file HPDB di folder ini maupun di subfoldernya"

Nama file harus mengandung kata HPDB dan berformat .xlsx, .xls, atau .csv. Tutup file di aplikasi spreadsheet bila sedang terbuka.

Funnel tidak muncul (layer FUNNEL_SEKITAR tidak ada, standar 2 & 5 bertanda --)

Lihat kartu Data referensi di ringkasan QC, lalu cocokkan pesannya:

  • "Data referensi tidak ada": isian 2 kosong dan folder referensi tidak ditemukan. Salin folder referensi tim ke komputer ini, lalu pilih di isian 2. Plugin dari ZIP maupun Plugin Manager tidak membawa data ini.
  • "Folder referensi yang diingat tidak ada di komputer ini": pengaturan dari komputer atau path lama. Pilih ulang isian 2.
  • Funnel bertanda ✗: tidak ada file yang namanya mengandung kata FUNNEL (.kmz/.kml) di folder itu atau subfoldernya. Ganti nama file atau tambahkan file Funnel.
  • "File Funnel tidak mencakup lokasi cluster (0 poligon dalam 1 km)": file Funnel yang ada untuk kota lain (mis. hanya EXISTING CITY, cluster di NEW CITY). Tambahkan file Funnel kota tersebut.
  • "File Funnel tidak bisa dibaca, mungkin rusak": unduhan terpotong. Unduh ulang file Funnel.
  • "Layer FUNNEL_SEKITAR gagal ditulis": folder hasil tidak bisa ditulis atau GDAL menolak. Cek boundary tetap berjalan; Seranta otomatis mencoba Shapefile FUNNEL_SEKITAR.shp.
QC_TEMUAN kosong / tidak muncul

Diperbaiki di v3.1.3: file temuan kini ditulis langsung oleh Seranta. Bila masih kosong, lihat tabel Temuan per jenis di ringkasan QC: "Tidak ada titik temuan" berarti cluster memang bersih. Pastikan memakai v3.1.3 (Vector › Seranta › Tentang) lalu jalankan ulang.

Standar bertanda --

Data pembanding belum ada. Isi Folder data referensi dengan Funnel, Design Lite, dan HPDB attributes.

Kode hasil berubah menjadi lebih pendek

Path folder sangat panjang. Seranta memendekkan kode agar tidak melebihi batas 260 karakter Windows. Hasil tetap lengkap.

Run pertama lambat

Seranta membangun cache dari file referensi besar (Funnel, Design Lite). Run berikutnya jauh lebih cepat.

"Integritas: DIMODIFIKASI" di laporan

File plugin berbeda dari rilis resmi. Pasang ulang dari Plugin Manager agar hasil QC dapat dipercaya.

Ringkasan QC tidak terbuka

Buka manual file <KODE>_RINGKASAN_QC.html di folder INPUT_<KODE>, atau pastikan isian 5 dicentang.

Kamus

Kamus temuan: arti setiap kode

Ketik kode dari laporan (mis. HP_BERGESER) atau kata biasa (mis. tiang, splitter). Klik untuk melihat arti dan tindakannya.

Uji pemahaman

Lima pertanyaan, dua menit

Cocok untuk anggota tim baru. Jawaban langsung dijelaskan.

Glosarium

Istilah

IstilahArti
HP / HomepassRumah atau bangunan yang dilewati jaringan dan siap dilayani.
HPDBDatabase homepass dari survei vendor (spreadsheet).
FDT / FATFiber Distribution Terminal (splitter tingkat 1) / Fiber Access Terminal (splitter dekat pelanggan).
EP / NPExisting Pole (tiang yang sudah ada) / New Pole (tiang baru).
Funnel / RFSBoundary area layanan / Ready For Service.
FINDIMReferensi resmi nama kelurahan, kecamatan, kota, dan kode wilayah.
ColoMemakai splitter FDT existing untuk cluster baru.
BAKPBerita Acara Kesepakatan Perijinan: izin dari Ketua RT/RW.
APDPaket desain akhir yang dikirim (KMZ, FDT FAT CODE, splice plan).
desain otomatisSoftware desain jaringan FTTH (produk komersial terpisah).